Bicara Nikah

Akad Nikah
pinterest.com

Hai… Aku perempuan umur 27 tahun dan belum menikah.

Udah ada yang nyinyirin? Yang nanya-nanya tanpa kasih solusi mah banyak :D. Hahahaha… resiko hidup di negara +62 ya. Kesuksesan bukan dinilai dari besar manfaat untuk sesama tapi sebatas udah nikah atau belum.

Tau apa yang paling lucu dari geng “suka nanya-nanya udah nikah” alias Sun Muah ini? Kadang pertanyaan dilontarkan oleh orang asing. Random People. Truly stranger.  Alias orang yang ga pernah kita kenal, ga pernah ketemu, sembarang orang yang secara ga sengaja ketemu di angkutan umum, sebuah acara atau pas nunggu antrian.

Kejadian diawali dengan basa basi nanyain mau kemana, kerja dimana dan sebagainya. Trus dilanjutkan dengan pertanyan “udah nikah?”

Dan diiringi dengan kekepoan tidak penting

Continue reading Bicara Nikah

Stigma

Seorang anak protes pada orang tua tentang hal yang tak ia setujui. Mereka sama-sama keras kepala berusaha keras untuk didengarkan. Si anak frustasi menyampaikan argumennya dan orang tua tak mengerti kenapa sang anak tak bisa dinasehati. Mereka lupa untuk saling mendengar. Anak merasa orang tuanya keras kepala dan sang orang tua merasa anaknya tak mau menurut.

Seringkali kita menutup keran komunikasi karena stigma yang lebih dulu ada dalam pikiran kita. Kita tidak tertarik lagi untuk bertanya, mendengarkan pendapat orang lain dan mencoba melihat dari sudut pandang mereka. Kita malas untuk mencoba lagi, malas untuk berjuang lagi. Bagi kita semua memang begitu adanya. Hanya harus diterima. Sehingga kita makin jauh

Kenapa tidak memberi kesempatan pada diri untuk buka hati, buka pikiran untuk memberikan jalan pada ruang pemahaman. Sediakan telinga untuk mendengar, untuk memahami dengan hati yang tenang. Dan kita akan terkejut dengan banyak hal yang tak pernah disadari sebelumnya. Hanya perlu turunkan sedikit ego, tambahkan sedikit usaha dan luangkan sedikit waktu kita untuk bisa memahami lebih baik

Sesuatu yang Disebut Takdir

Tetiba grup chat angkatan rame dan saya 98% yakin pasti ada yang nyebar undangan nikah. Namun, ternyata bukan undangan pernikahan biasa.  Ternyata teman sesama angkatan menikah. Kehebohan bukan hanya karena  mereka seangkatan tapi juga tidak ada yang memprediksi mereka akan menikah karena karakter dan tipe keduanya yang amat sangat berbeda. Bahkan beberapa orang teman mencoba meyakinkan jika kabar itu bukan hoax.

Mengalirlah cerita proses pendekatan hingga lamaran. Dan ternyata prosesnya cepat dan sederhana sekali. Bermula dari keisengan sebenarnya

A (Lk)    : B, gimana kalo kita nikah. Daripada nyari jodoh jauh-jauh, mending sama aku

B (Pr)     : Kalau mau, dateng ke rumah, ngomong sama orang tua aku. Continue reading Sesuatu yang Disebut Takdir

Pouch dan Sepotong Keberanian

P_20200127_185406

Kemaren, saya sholat di masjid sebuah mall. Saya membawa pouch makeup untuk dandan setelah shalat (ehm). Saat berwudhu, pouch digantung pada cantelan di kamar mandi. Setelah wudhu, saya langsung pergi, lupa dengan pouch makeup tersebut. Tepat ketika takbiratul ihram, saya langsung teringat pouch yang ketinggalan di kamar mandi. Astaghfirullah. Kenapa ya kita sering teringat barang yang hilang saat sedang shalat.

Selesai shalat, saya langsung cek pouch tersebut ke kamar mandi daaannn pouch-nya udah ga ada dong. Saya masih positive thinking mungkin aja salah letak karena saya yang dasarnya memang pelupa. Cari lagi di tempat wudhu dan balik lagi ke dalam masjid pouch-nya masih ga nemu. Yaaaahhh.. mungkin memang sudah hilang. Saya berusaha mengikhlaskan sambil berpikir barang yang ada dalam pouch cuma makeup dan bisa dibeli lagi. Untung tidak ada barang penting seperti kunci rumah atau atm di pouch tersebut (masih bersyukur dong yang ilang cuma bedak ma lipstik) hehehe…

Sambil masang sepatu, saya cerita ke temen kalau pouch-nya ilang. Continue reading Pouch dan Sepotong Keberanian

Nanti Nanti…

33d590d2e2a0d286647eaa107fab1263

Akhir tahun. Kesibukan menumpuk yang harus diselesaikan sebelum akhir tahun. Sebagai guru, kesibukan ini telah dimulai sejak mempersiapkan soal ujian semester. Berlanjut dengan koreksi lembar jawaban dan mengolah nilai rapor. Belum lagi siswa yang ingin melengkapi tugas, ujian susulan dan bermacam urusan lainnya. “Aduh naak, kenapa ga dari kemaren-kemaren sih ngumpulin tugasnya?? Kan Ibu ga bakal ribet” celotehku yang dijawab dengan senyuman mereka. Belum lagi urusan administrasi yang juga menuntut untuk segera diselesaikan.

Continue reading Nanti Nanti…

Bengkel Diri? Apa Tuh??

Halooo.. blogku yang sudah lama terabaikan. Hampir 2 tahun blog ini vakum, ga diliat dan diurusin pemiliknya. Bukan karena terlalu sibuk atau apa, tapi memang minat menulis lagi berada di titik terendah. Hingga beberapa hari yang lalu, datanglah keadaan yang memaksa untuk melihat blog ini kembali. Sempat ragu, jangan-jangan blognya sudah hilang dari peredaran atau lupa akun dan password. Tapi ternyata blog ini masih aktif sodara-sodara. Bahkan masih ada pengunjungnya. Bahagia banget aku tu 🙂

Saat ini, saya sedang mengikuti kuliah online bengkel diri dan ada mata kuliah Writing Class. Pada perkuliahan ketiga, mentor kami, bu Nunung Nurlaela meminta semua siswa membuat sebuah blog. Hal inilah yang menyebabkan saya teringat lagi dengan blog ini. Jika bukan karena bengkel diri dan Bu Nunung, mungkin blog ini lama-lama terlupakan

Udah tau ga kuliah online bengkel diri (BD)? Saya mengenal kelas ini dari instagram. Kebetulan, saya followernya @ummubalqis.blog founder dari bengkel diri ini. Karena menyukai postingan ummu di instagram dan  merasa cocok dengan kurikulum BD, saya Continue reading Bengkel Diri? Apa Tuh??

Video Klip Virzha dan Kebaperan yang Menyertainya

Mungkin Tuhan tidak mengizinkanku pergi karena Ia tahu, ketika pergi aku tidak bisa kembali

Barusan, buka youtube buat cari lagu nya Anji yang menunggu kamu. Tapi akhirnya nonton video Virzha yang judulnya Tentang Rindu. Virzha emang ga pernah mengecewakan. Sejak Aku Lelaki mu, semua lagu yang ia nyanyikan selalu menyenangkan.

Tapi ini bukan tentang Virzha-nya, tapi tentang videonya yang bikin saya baper dan nyaris menitikkan air mata. Videonya bercerita tentang seorang ayah yang merindukan anaknya. Sang anak membuka sebuah coffee shop dan jarang menghubungi sang ayah. Video yang biasa. Saya mengira endingnya adalah sang Ayah meninggal sebelum sempat bertemu si Anak dan Anaknya bakal menyesal seumur hidup. Tapi ternyata bukan. Cerita video seperti ini sering saya temui hanya saja dikemas dalam bentuk berbeda. kadang orang tua dan anak, Ibu dengan anak atau ayah dengan anaknya.

Tapi ya begitulah. Ini adalah cerita yang dialami semua orang terlebih anak yang tinggal terpisah dengan orang tuanya. Dan sejujurnya, saya tidak menyukai perasaan haru, Continue reading Video Klip Virzha dan Kebaperan yang Menyertainya